Senin, 15 Februari 2021

PROFIL PENDIDIKAN MASYARAKAT FKIP UNIVERSITAS RIAU

PROFIL PENDIDIKAN MASYARAKAT FKIP UNIVERSITAS RIAU



Universitas Riau merupakan perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang berkedudukan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. UNRI didirikan Berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Universitas Riau No. 02/KPTS/JUR/62 tanggal 25 September 1962. Universitas Riau didirikan, diperkuat oleh Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No.123 tanggal 20 September 1962. Pendirian Universitas Negeri di Pekanbaru menetapkan pendirian UNRI tanggal 1 Oktober 1962 sehingga setiap tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai hari lahir UNRI. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berdiri bersamaan dengan berdirinya Universitas Riau atas dasar Surat Keputusan Yayasan Universitas Riau Nomor 02/KPN/JUR/62 pada tanggal 15 September1962 yang kemudian diperkuat dengan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 123 Tanggal 20 September 1963 yang berlaku sejak tanggal 1 Oktober 1962.

Program studi Pendidikan Masyarakat dibina oleh 47 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di mana sebagian besar membina program studi S1, beberapa di antaranya membina program studi S2, dan dua perguruan tinggi membina program S3. Agar program-program studi Pendidikan Masyarakat yang tersebar di seluruh Nusantara tersebut mampu menampilkan lulusan yang setara antar program studi yang sejenis dan lulusan yang memiliki kompetensi yang unggul di bidangnya.santara. 

Sebagai perguruan tinggi unggul dan pelopor, Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) yang merupakan pionir pendidikan pada jalur pendidikan masyarakat dituntut mengoptimalkan segala potensinya, dalam mengawal visi universitas. Secara historis, Pendidikan Masyarakat lahir dari pemikiran pentingnya learning society dan lifelong learning telah berkiprah cukup lama, berkesinambungan dan konsisten dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. Untuk itu, berbagai pemikiran dan harapan banyak pihak terhadap pengembangan pendidikan masyarakat pada taraf kelembagaan yang lebih luas dan beragam merupakan kebutuhan logis dan rasional. Perubahan nama Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) menjadi Pendidikan Masyarakat (Penmas), sesungguhnya sebagai proses kreatif yang cukup panjang, dan tidak terpisah dari lingkungan strategis dan dinamika masyarakat yang ada di sekitarnya. Pengembangan kelembagaan ini mengacu pada pendekatan yang beragam sebagai berikut:

  1. Sosio-Karitatif, yaitu pendekatan bahwa keberadaan Pendidikan Masyarakat sebagai upaya mengakomodir aspirasi masyarakat yang didasari oleh anggapan bahwa masyarakat tidak berdaya, miskin, kurang terdidik, serta tidak memiliki kemampuan dan kemandirian. Karena itu, perlu mendapatkan perhatian dan memiliki keberpihakan secara nyata dalam menumbuhkan martabat dan harga dirinya secara gotong royong dan partisipatif melalui program pendidikan.
  2. Sosio-Ekonomis, yaitu pendekatan bahwa keberadaan Pendidikan Masyarakat tidak terlepas dari upaya turut memperbaiki kondisi masyarakat yang masih lemah dari segi pendapatannya dan memerlukan perbaikan pemenuhan kebutuhan ekonomisnya, untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
  3. Sosio-Reformis, yaitu pendekatan yang dilakukan secara bertahap melalui peran serta institusi yang ada, secara pasti dapat mengubah sistem ekonomi dan struktur politik fundamental dalam masyarakat. 
  4. Sosio-Transformatif, yaitu pendekatan yang berdasarkan pada suatu keyakinan bahwa pengembangan dan pembangunan masyarakat pada dasarnya adalah suatu perubahan pandangan, pemikiran, sikap dan tingkah laku bersama menuju keswadayaan dan kemandirian.

1 komentar: